Website Resmi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blora
Home » Pendapatan 1 » Pendapatan 2 » Sekretariat » Akselerasi PAD melalui SIMOTA

Akselerasi PAD melalui SIMOTA

Posted at November 20th, 2019

Akselerasi penerimaan daerah dari sektor pajak daerah masih terkendala dengan belum akuntabelnya laporan wajib pajak terkait omzet bulanannya. Wajib pajak kerap melaporkan omzetnya tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena wajib pajak belum mengenakan kewajiban pajak daerah kepada konsumen atau pajak itu masih ditanggung oleh pengusaha. Misalnya Pajak Restoran 10% yang seharusnya dibebankan kepada konsumen warung, rumah makan, café, atau resto tapi ditanggung oleh pengusaha. Akibatnya, pengusaha terbebani dengan kewajiban pajak tersebut.

Kondisi ini yang mendorong Sunaryo melakukan inovasi pemungutan pajak daerah dengan metode SIMOTA (Self Inputing, Monitoring Objak Pajak, dan Tax Audit). “SIMOTA adalah mekanisme pemungutan pajak daerah self assessment yang berangkat dari kesadaran wajib pajak untuk melaporkan omzetnya secara mandiri,” ujar Kepala Bidang Perencanaan, Pendaftaran, dan Penetapan BPPKAD Blora ini.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa SIMOTA terdiri atas tiga item proses, yaitu self inputing, monitoring objek pajak, dan tax audit. Self inputing adalah proses input mandiri omzet bulanan yang dilakukan oleh wajib pajak melalui aplikasi yang disediakan oleh BPPKAD, yaitu e-SPTPD. “Dengan aplikasi ini wajib pajak bisa melaporkan omzetnya dengan smartphone atau komputer dari manapun, bisa dari kantor, rumah, jalan, atau tempat lain. Yang penting ada akses internet,” tambahnya.

Hasil inputan ini selanjutnya disandingkan dengan data monitoring yang dilakukan oleh BPPKAD, baik yang dilakukan secara manual maupun secara elektronik. “Memang yang kita dorong sekarang proses monitoring itu dilakukan secara elektronik dengan memasang perangkat data recorder atau smart register di sistem pembayaran wajib pajak. Alat itu akan merekam seluruh data transaksi di tempat usaha wajib pajak,” jelasnya.

Selanjutnya jika ditemukan ketidakcocokan antara input mandiri dan data monitoring akan dilakukan pemeriksaan pajak. Caranya dengan memeriksa seluruh catatan dan dokumen lain yang mendukung kegiatan transaksi tersebut. “Dengan proses tersebut akan ditemukan data omzet riil sesuai dengan transaksi yang sebenarnya,” tambahanya.

SIMOTA merupakan proyek perubahan yang dilakukan oleh Sunaryo sebagai prasyarat mengikuti Diklatpim III di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta. Diklat ini sudah berlangsung sejak 26 Agustus 2019 dan akan berakhir pada 5 Desember 2019.

Diakui dirinya bahwa inovasi ini tidak sekadar memenuhi kewajiban membuat proyek perubahan, tapi memang berangkat dari kebutuhan untuk memecahkan ketidakpatuhan wajib pajak memenuhi ketentuan perpajakan daerah. “Mudah-mudahan dengan inovasi ini wajib pajak menjadi patuh untuk melaporkan omzet yang sebenarnya sehingga peningkatan PAD dapat terlaksana,”harapnya.(GuzN)

Click here for more information about "Akselerasi PAD melalui SIMOTA"

Related post to Akselerasi PAD melalui SIMOTA


Website Resmi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Blora